Pelaksanaan UNBK 2018 Paket C tgl 27 April - 30 April 2018
Alhamdulillah UNBK 2018 Paket C sudah dilewati dengan lancar, terlihat perasaan lega saat kami tanyakan perihal "apa yang mereka rasakan setelah mengikuti UNBK tahun ini", menurut kami perasaan lega ini termasuk wajar, mengingat banyak siswa siswi paket C yang sudah meluangkan banyak waktunya untuk keras belajar, baik melalui kelas tatap muka, modul modul tambahan serta E-Learning yang dimiliki oleh PKBM dharma putra mandiri
Mereka menganggap UNBK 2018 kali ini untuk bentuk cara mengerjakannya menjadi lebih mudah, namun untuk soalnya memang lumayan sulit, tapi hal itu tidak membuat mereka menjadi mundur
siswa siswi Paket C dengan latar belakang yang berbeda berusaha mengerjakan dengan baik berbekal ilmu yang mereka dapatkan saat belajar kemarin, mereka merasakan efek belajar sangat besar, apalagi ditambah dengan Pendalaman Materi menjelang UNBK
Harapan nilai memuaskan sangat mereka inginkan agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi
Semoga Nilai UNBK 2018 dapat diraih dengan nilai Baik
Menu bar
Running Text
Selasa, 01 Mei 2018
Minggu, 29 April 2018
10 Napi Anak Ikuti UN Hari Ini di Purworejo
Purworejo -
Sebanyak 10 anak binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kutoarjo,
Purworejo mengikuti ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP) hari ini.
Ujian untuk siswa kejar paket C tersebut setara dengan SMA/SMK. Ujian
dilaksanakan selama 4 hari berturut-turut terhitung sejak hari ini Jumat
(27/4/2018) hingga Senin (30/4/2018). Sesuai daftar awal, jumlah peserta ujian
ada 13 anak, namun karena ada sebab lain maka 3 peserta berhalangan hadir.
Ketua penyelenggara Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) LPKA Kutoarjo, Oky Widyonarko menyayangkan atas ketidak hadiran peserta ujian tersebut. Memang, ketiganya sudah dinyatakan bebas sebelum ujian nasional dilaksanakan. Namun pihak LPKA selalu mengingatkan dan meminta secara resmi agar anak binaan yang telah bebas bisa melaksanakan ujian nasional sesuai dengan ketentuan.
Ketua penyelenggara Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) LPKA Kutoarjo, Oky Widyonarko menyayangkan atas ketidak hadiran peserta ujian tersebut. Memang, ketiganya sudah dinyatakan bebas sebelum ujian nasional dilaksanakan. Namun pihak LPKA selalu mengingatkan dan meminta secara resmi agar anak binaan yang telah bebas bisa melaksanakan ujian nasional sesuai dengan ketentuan.
"Tadinya ada 13
anak yang terdaftar sebagai peserta ujian, tapi yang 3 tidak hadir karena sudah
bebas. Padahal biasanya meskipun sudah bebas masih ikut ujian di sini karena
sekolah non formalnya kan di sini. Kami sudah menghubungi yang bersangkutan
tapi tetap tidak bisa hadir karena alasan tertentu," ujar Oky ketika
ditemui detikcom di LPKA Kutoarjo, Jumat (27/4/2018). Pelaksanaan ujian sendiri
dibagi menjadi 2 kelas. Selama 4 hari pelaksanaan ujian, setidaknya ada 7 mata
pelajaran yang diujikan.
"Ada 7 mapel yang
diujikan. Hari pertama ada 2 mapel, hari kedua ada 3 mapel dan hari ketiga
serta keempat masing-masing 1 mapel," lanjutnya.
Sebelum melaksanakan
ujian nasional, para anak binaan juga mengikuti kegiatan belajar mengajar
setiap hari dengan 11 mata pelajaran. Selain mata pelajaran tersebut, anak
binaan juga menerima ekstrakurikuler seperti karawitan, mengaji, musik dan
lain-lain.
Tingkat kelulusan ujian nasional kejar paket C untuk tahun 2017 lalu bisa mencapai 100 persen. Harapannya di tahun 2018 ini semua anak binaan juga bisa lulus tanpa terkecuali.
"Semoga bisa lulus semua seperti tahun lalu, dan ijazahnya nanti bisa digunakan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi atau bekerja dan menggapai cita-cita. Yang terpenting agar mereka menjadi anak yang baik dan berguna bagi semuanya," pungkas Oky.
Tingkat kelulusan ujian nasional kejar paket C untuk tahun 2017 lalu bisa mencapai 100 persen. Harapannya di tahun 2018 ini semua anak binaan juga bisa lulus tanpa terkecuali.
"Semoga bisa lulus semua seperti tahun lalu, dan ijazahnya nanti bisa digunakan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi atau bekerja dan menggapai cita-cita. Yang terpenting agar mereka menjadi anak yang baik dan berguna bagi semuanya," pungkas Oky.
Sumber : Detik.com/27
april 2018
https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-3993532/10-napi-anak-ikuti-un-hari-ini-di-purworejo?_ga=2.196792748.1499662022.1524992467-1584914856.1524992465
Kisah inspiratif : Kisah Wida Ikut UNBK Pendidikan Kesetaraan sambil gendong bayi
Ciamis
- Semangat untuk belajar tidak terbatas pada usia maupun kondisi. Seperti yang
dilakukan Wida Parida (26), ibu rumah tangga Warga Pusakanagara Kecamatan
Baregbeg Kabupaten Ciamis ini, semangat mengikuti Ujian Nasional Berbasis
Kompetensi (UNBK) Kesetaraan paket C sambil menggendong bayinya yang baru
berumur 46 hari. Saat mengerjakan soal di komputer, bayi Wida yang bernama
Muhammad Faris Noval Rabani ini tertidur di pangkuannya. Sehingga tidak
mengganggu konsentrasi peserta lain. Wida terlihat serius mengerjakan soal
UNBK.
"Kalau ditinggal kasihan sering nangis, juga masih harus mendapatkan asi. Jadi saya bawa, beruntung selama ujian berlangsung dia tidur. Alhamdulillah lancar," ungkap Wida saat ditemui di SMA Negeri 1 Ciamis lokasi UNBK kesetaraan usai selesai mengerjalan soal ujian Jumat (27/4/2018).
"Kalau ditinggal kasihan sering nangis, juga masih harus mendapatkan asi. Jadi saya bawa, beruntung selama ujian berlangsung dia tidur. Alhamdulillah lancar," ungkap Wida saat ditemui di SMA Negeri 1 Ciamis lokasi UNBK kesetaraan usai selesai mengerjalan soal ujian Jumat (27/4/2018).
Wida menimba ilmu di
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Motekar Baregbeg selama tiga tahun. Di
tahun ke tiga Wida mengandung anak keduanya. Sehingga saat mengikuti proses
belajar mengajar dalam keadaan hamil. Wida mengaku tetap semangat untuk ikut ujian
UNBK kesetaraan paket C lantaran ingin medapat ijazah. Nantinya akan digunakan
untuk melamar pekerjaan membantu menambah penghasilan keluarganya. Sementara
suaminya Muhammad Nashirudin (31) berprofesi sebagai tukang jahit.
"Semangat supaya lulus dan dapat ijazah. Nanti bisa melamar kerja. Syukur-syukur ada rezekinya untuk meneruskan ke perguruan tinggi," ungkap Wida.
"Semangat supaya lulus dan dapat ijazah. Nanti bisa melamar kerja. Syukur-syukur ada rezekinya untuk meneruskan ke perguruan tinggi," ungkap Wida.
Sumber : Detik.com/27
april 2018
https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-3993617/cerita-wida-ikut-unbk-kesetaraan-sambil-gendong-bayi?_ga=2.263249292.1499662022.1524992467-1584914856.1524992465Pesan PKBM adalah "siapapun orangnya berhak untuk mendapatkan pendidikan, pendidikan akan membuat kita menjadi berkembang"
Jumat, 20 April 2018
PENERIMAAN SISWA/I BARU TAHUN 2018, ANGKATAN KE VIII
PENERIMAAN SISWA/I BARU TAHUN 2018, ANGKATAN KE VIII
PKBM DHARMA PUTRA MANDIRI
PAKET A | PAKET B | PAKET C | HOME SCHOOLING | KURSUS
INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI : 0877-8261-9399
Langganan:
Postingan (Atom)




